Halal Bihalal PWM DKI Jakarta 1447 H: Sucikan Hati, Kuatkan Jiwa untuk Jakarta sebagai Kota Global Berbudaya dan Berkemajuan

Jakarta — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta menggelar acara Halal Bihalal 1447 H dengan mengundang kader dan partisipan Muhammadiyah se-DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ir. H. Djuanda yang berlokasi di Jl. Kramat Raya No. 49, Jakarta Pusat.


Rangkaian Acara

  • Penampilan seni tari
  • Menyanyikan lagu Indonesia Raya
  • Mars Sang Surya
  • Tilawah Al-Qur’an
  • Sambutan Gubernur
  • Ceramah utama

Puncak acara diisi oleh tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.

Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati sebagai inti dari amal seorang Muslim.

“Ketahuilah, dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itu adalah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Momentum Idulfitri menjadi saat yang tepat untuk kembali kepada fitrah, dengan harapan amal ibadah yang ikhlas selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ ۚ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ ۙ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya orang-orang munafik hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka mendirikannya dengan malas dengan ingin dilihat manusia dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit.

(QS. An-Nisa: 142)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۗ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۗ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah sebanyak-banyaknya berprasangka, sesungguhnya sebagian berprasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah menggunjing sebagian lain. Apakah di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik padanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha penyayang.

(QS. Al-Hujurat: 12)

Disampaikan pula bahwa ibadah puasa bisa menjadi sia-sia apabila tidak menjaga lisan dan perilaku.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan tersebut, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

Refleksi Sosial dan Moral

Manusia modern mengalami kemajuan dalam ilmu dan teknologi, tetapi sering diiringi dengan krisis spiritual dan moral.

“Saat di bawah hidup berhemat. Ketika naik karier mulai rakus. Bahkan bukan lagi berpikir makan apa, tetapi ‘makan siapa’.”

Peradaban modern juga memiliki sisi negatif berupa hedonisme dan penghambaan berlebihan terhadap materi.

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً ۗ فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan pengetahuan-Nya, dan Dia menutup pendengaran dan hatinya dan Dia menjadikan penglihatannya tertutup. Maka siapakah yang memberi petunjuk kepadanya setelah Allah? Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

(QS. Al-Jatsiyah: 45)

Puasa menjadi sarana penting dalam mengendalikan hawa nafsu, bahkan orang alim sekalipun dapat tergelincir jika hatinya tidak bersih. Kejujuran dan integritas berakar dari hati yang suci.

Pentingnya Kepedulian Sosial

Allah Jalla wa 'Alaa berfirman kepada seorang hamba pada hari kiamat, "Wahai anak Adam, Aku sakit, kenapa kamu tidak menjenguk-Ku?" Maka dia berkata, "Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu padahal Engkau Tuhan seluruh alam?" Allah berfirman, "Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sakit, tidakkah kamu tahu bahwa jika kamu menjenguknya niscaya kamu akan mendapati-Ku?" dan Allah berfirman, "Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberi-Ku minum." Maka dia berkata, "Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu minum, sedangkan Engkau Tuhan seluruh alam?" Allah berfirman, "Tidakkah kamu tahu bahwa jika kamu memberinya minum, niscaya kamu akan mendapati itu di sisi-Ku."

(Allah berfirman), "Wahai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberi-Ku makan." Maka dia berkata, "Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu makan padahal Engkau Tuhan seluruh alam?" Maka Allah berfirman, "Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya makan, adapun jika kamu memberinya makan niscaya kamu akan mendapatkan itu di sisi-Ku."
(Shahih Ibnu Hibban)

Hadis ini mengajarkan pentingnya kepedulian sosial seperti menjenguk orang sakit dan membantu sesama sebagai bentuk keimanan.

Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, membersihkan hati, serta membangun Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan berkemajuan.