
Jakarta — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pesanggrahan, DKI Jakarta, mengadakan kegiatan pengajian dan konsolidasi organisasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada 24 Ramadan 1447 H. Kegiatan ini melibatkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Pesanggrahan.
Acara yang dipandu oleh Ustadz Rahmat Hidayat dan dipimpin oleh Ketua PCM Pesanggrahan, Ustadz Dinoel Huda, berlangsung dengan suasana santai, tertib, dan penuh keakraban.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas sejumlah agenda organisasi, antara lain laporan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah (LPCRM), pengelolaan aset persyarikatan, serta upaya menghidupkan kembali kegiatan pengajian sebagai sarana memperkuat akidah masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang menghadirkan Buya Purnomo sebagai narasumber. Dalam kajiannya, ia membahas Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) serta konsep tauhid sebagai agama Allah yang telah ada sejak sebelum kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.
Buya Purnomo menjelaskan pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an:
“... sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Menurutnya, konsep ibadah puasa juga tercantum dalam teks-teks keagamaan sebelum umat Nabi Muhammad ﷺ.
Ia kemudian mengutip beberapa contoh dari kitab-kitab sebelumnya.
Perjanjian Lama
Daud memohon kepada Tuhan bagi anak itu. Ia berpuasa dan masuk ke dalam rumahnya serta bermalam dengan berbaring di tanah.
(2 Samuel 12:16)
Kemudian Daud bangun dari tanah, membasuh diri, mengurapi dirinya, dan mengganti pakaiannya. Ia masuk ke rumah Tuhan dan menyembah. Setelah itu ia pulang ke rumahnya, meminta makanan, dan makan.
(2 Samuel 12:20)
Perjanjian Baru
Setelah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, Yesus merasa lapar.
(Matius 4:2)
Melalui kajian tersebut, Buya Purnomo menekankan pentingnya memahami Al-Qur’an secara menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga perlu dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengajak jamaah untuk tidak meragukan ajaran tauhid sebagai agama Allah. Menurutnya, agama yang lurus bukanlah sesuatu yang baru muncul ketika Nabi Muhammad ﷺ berusia 40 tahun, melainkan telah tercatat dalam berbagai teks keagamaan sejak masa-masa sebelumnya.
Setelah kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan paket Tunjangan Hari Raya (THR) berupa makanan dan perlengkapan salat kepada peserta. Kegiatan berakhir setelah pelaksanaan salat Magrib berjamaah.





