
Sebagai salah satu organisasi Islam tertua dan terbesar di Indonesia, Persyarikatan Muhammadiyah memiliki sejarah panjang yang berlangsung dari generasi ke generasi. Setiap generasi kepemimpinan yang telah wafat diteruskan oleh generasi berikutnya, sehingga roda organisasi terus berjalan secara berkesinambungan.
Namun, seiring berjalannya waktu, pergantian generasi turut membawa perubahan dalam tatanan organisasi. Sebagian nilai, tradisi, dan praktik tetap dilestarikan, sementara sebagian lainnya mengalami penyesuaian atau bahkan ditinggalkan oleh perkembangan zaman.
Meskipun demikian, generasi penerus Muhammadiyah terus melakukan inovasi dan pembaruan agar persyarikatan tetap relevan serta tidak tergerus oleh perubahan sosial. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap berpegang pada prinsip, ideologi, dan jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.
Oleh karena itu, berikut ini kami rangkum identitas resmi Persyarikatan Muhammadiyah sebagai rujukan bagi warga persyarikatan dan masyarakat luas.
| Identitas Resmi Persyarikatan Muhammadiyah | |
|---|---|
| Nama Organisasi | Muhammadiyah |
| Organisasi Pasangan | 'Aisyiyah |
| Tanggal Pendirian | 18 November 1912 M / 8 Dzulhijjah 1330 H |
| Tempat Berdiri | Kauman, Yogyakarta |
| Pendiri | K.H. Ahmad Dahlan |
| Lokasi Kantor Pusat | Jakarta dan Yogyakarta |
| Jenis Organisasi | Sosial Keagamaan |
| Ideologi | Islam Berkemajuan |
| Manhaj | Tarjih |
| Landasan Gerakan | Al-Qur'an dan As-Sunnah |
| Sifat Gerakan | Tajdid |
| Mars | Sang Surya |
| Mazhab Akidah | Independen |
| Mazhab Fikih | Independen |
- Lembaga Amal Zakat Infak dan Sedekah
- Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid
- Lembaga Pengembangan Pesantren
- Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
- Serikat Usaha Muhammadiyah
- Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis
- Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
- Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik
- Lembaga Seni Budaya
- Lembaga Pengembangan Olahraga
- Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional
- Lembaga Dakwah Komunitas
- Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban
- Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah
- Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik
- Lembaga Resiliensi Bencana
- Majelis Tarjih dan Tajdid
- Majelis Tabligh
- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan PNF (Pendidikan Non Formal)
- Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan
- Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani
- Majelis Pembina Kesehatan Umum
- Majelis Pemberdayaan Masyarakat
- Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia
Organisasi Otonom
Muhammadiyah lahir di Yogyakarta dan kemudian tumbuh berkembang pesat di Minangkabau. Sebagai gerakan Islam yang besar, Muhammadiyah tentu memiliki dinamika dan keberagaman pandangan di internalnya. Namun, warga Muhammadiyah berpegang pada prinsip bahwa pedoman utama adalah wahyu ilahi, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan sikap taklid kepada tokoh atau pemimpin tertentu. Dengan landasan inilah Muhammadiyah tetap kokoh, berkembang, dan mampu bertahan lintas generasi.




