
Lokasi: Lapangan Masjid Al-Muhajirin KPP Pratama Kebayoran Lama
Imam & Khotib: Ustadz Agus Gustaf, MA
Penyelenggara: PRM Ulujami
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kesehatan kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul melaksanakan salat Idulfitri berjamaah setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
Kaum muslimin yang berbahagia, orang yang beruntung adalah mereka yang pada bulan Ramadan bersungguh-sungguh dalam ibadah: berpuasa, i‘tikaf, serta membaca Al-Qur’an. Adapun orang yang merugi adalah mereka yang melewati Ramadan tanpa amal, tanpa infak, tanpa tarawih, dan tanpa mendapatkan ampunan Allah SWT.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Sungguh merugi (hina) seseorang yang memasuki bulan Ramadan, kemudian bulan itu berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.”
(HR. Tirmidzi, hadits hasan)
Allah SWT sangat tidak menyukai hamba-Nya yang menyia-nyiakan Ramadan.
Ramadan ibarat membawa intan, emas, dan permata. Namun banyak manusia yang tidak mengambilnya. Maka mereka akan menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd
Hadirin yang dirahmati Allah, Ramadan mengajarkan banyak hal dalam kehidupan:
1. Mengendalikan hawa nafsu
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ اثْنَتَانِ: اتِّبَاعُ الْهَوَى، وَطُولُ الْأَمَلِ فَأَمَّا اتِّبَاعُ الْهَوَى فَيَصُدُّ عَنِ الْحَقِّ وَأَمَّا طُولُ الْأَمَلِ فَيُنْسِي الْآخِرَةَ
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah dua perkara: mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran, dan panjang angan-angan akan melupakan akhirat.”
(Diriwayatkan Ali bin Abi Thalib sebagai atsar yang hasan)
يَاأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30)
“27. Wahai jiwa yang tenang, 28. kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. 29. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, 30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
(QS. Al-Fajr: 27–30)
2. Mempererat silaturahmi
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
(Muttafaq ‘alaih)
3. Mengajarkan tolong-menolong
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)
"1. Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama? 2. Mereka itulah orang yang menghardik anak yatim, 3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. 4. Maka celakalah orang yang salat, 5. orang yang dia salatnya lalai. 6. Orang yang mereka riya (berbuat baik ingin dilihat/dipuji), 7. dan enggan (memberikan) barang-barang yang berguna (tolong-menolong).
(QS. Al-Ma’un: 1-7)
Kaum muslimin, orang yang layak kita ucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” adalah mereka yang benar-benar menjalankan puasa dan menahan hawa nafsu, bukan kepada orang yang mengikuti nafsu jelek dan mereka yang lalai terhadap perbuatan buruk mereka.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd
Marilah kita berdoa kepada Allah SWT:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته





